Hubungan Iman, Islam, Dan Ihsan
Assalamualaikum wr. br. Hai sahabat muslim semuanya..
Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang ajaran inti dari agama Islam yakni Iman, Islam, dan Ihsan.
Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang ajaran inti dari agama Islam yakni Iman, Islam, dan Ihsan.
A. Iman
muslim mengartikan bahwa iman ialah “percaya”. Makna inin tidak terlalu salah, akan tetapi tidak sampai makna yang sesungguhnya. Kata iman berasal dari akar kata “aman” yang Perkataan iman berasal dari bahasa Arab “Amaanaa” –“Yu’minu” yang berarti percaya atau membenarkan. Secara terminology iman adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh arti yang diwujudkan melalui lisan dan perbuatan. Pemahaman konvensional masyarakat berarti kesejahteraan dan kesentosaan, dan “amanah” yaitu keadaan bisa dipercaya atau diandalkan. Dari sini dapat diartikan bahwa iman akan melahirkan rasa aman dan mempunyai amanat, makna ini tentu lebih dalam di banding dengan sekedar percaya.
Iman tak sekedar percaya, kalaulah iman diartikan sebagai percaya, iblis pun beriman.Iman mempunyai konsekuensi-konsekuensi, seseorang barulah dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) jika sudah memenuhi konsekuensi-konsekuensi iman tersebut. Inilah yang tidak mampu dilakukan iblis. Pertama, kesediaan untuk tunduk dan pasrah kepada Allah swt dalam makna yang sebenarnya. Kedua, kesediaan untuk mematuhi segala perintahnya dan menghindarkan diri dari segala larangannya. Hasil dari dua sikap ini akan melahirkan suatu semangat “kemerdekaan dan kebebasan diri” dalam arti tidak akan pernah tergantung dan ditentukan oleh selain Allah SWT.
Selain konsekuensi-konsekuen yang telah disebut diatas, ada tiga sendi keimanan yang harus dimiliki. Pertama, pengakuan lisan tentang keberadaan Allah SWT sebagai tuhan yang esa dan pengakuan Muhammad sebagai Rasulullah (syahadatain). Kedua, pembenaran dalam hati dan tidak boleh ada keragu-raguan. Ketiga, pembuktian dengan amal perbuatan.
B. Islam
Islam secara bahasa berasal dari bahasa arab, yaitu “aslama”- “yuslimu” dengan arti tunduk dan patuh, berserah diri, menyerahkan, memasrahkan, mengikuti, menunaikan, menyampaikan, atau kemurnian. Secara istilah islam berarti penyerahan diri, ketundukan, dan kepatuhan terhadap perintah Allah serta pasrah dan menerima dengan puas terhadap ketentuan dan hukum-hukumnya.
Menelusuri makna islam yang sesungguhnya dalam alquran, islam bukanlah semata-mata nama sebuah agama yang dibawakan oleh nabi Muhammad Salallhualaihiwasalam, melainkan sebuah ajaran tuhan yang universal, disampaikan melalaui perantara para nabi dan rasul, sesuai dengan tempat dan masa tertentu. Islam sebagai ajaran yang universal diterjemahkan sebagai sikap pasrah dan tunduk sepenuhnya kepada Allah.
Al quran menginformasikan bahwa semua nabi beragama islam. Nabi Ibrahim dalam Al-Quran disebutkan bahwa ia beragama islam dan mewariskan ajaran itu kepada anak turunannya sebagaimana tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 132, yaitu.
وَوَصّٰى بِهَآ اِبْرٰهٖمُ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُۗ يٰبَنِيَّ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ۗ
Artinya : “Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
Ibnu taimiyah mengatakan bahwa islam mengandung dua makna yaitu : pertama, ialah sikap tunduk dan patuh. Kedua, ketulusan dalam sikap tunduk kepada satu pemilik atau penguasa. Jadi orang yang tulus itu tidak berbuat syirik dan hanya berserah diri kepada Allah. Sudah jelas bahwa islam dalam pengertian ini mustahil jika tidak disertakan dengan iman, karena ia hanya akan tumbuh jika seseorang memiliki rasa percaya kepada Allah yang tulus dan penuh.
C. Ihsan
Dalam sebuah hadis Rasulullah pernah ditanya tentang perihal islam, iman, dan ihsan. Dan beliau mengatakan ihsan ialah sebagai berikut : “ihsan ialah bahwa engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatnya, maka bila engkau tak melihatnya, maka Allah melihatmu”. Maka ihsan adalah penghayatan yang dalam akan hadirnya tuhan dalam hidup melalui penghayatan diri sebagai sedang menghadap dan berada di depan hadiratnya ketika beribadat. Ibnu taimiyah pernah mengatakan bahwa ihsan merupakan puncak tertinggi keagamaan manusia. Dengan begitu benar adanya jika ihsan bisa meningkatkan kualitas diri seorang muslim dan amalannya dilandasi sebuah keyakinan bahwa sesungguhnaya Allah senantiasa mengawasi dan menilai amalan-amalannya dimanapun dan kapanpun.
hubungan antara Iman, Islam, Ihsan ibaratkan bangunan rumah yang mana satu kesatuannya tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Iman adalah keyakinan mendasar yang menjadi akidah dan kemudian keyakinan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan rukun Islam yang lima. Sedangkan pelaksaan rukun Islam dilakukan dengan cara Ihsan agar semakin mendekatkan diri dan menghadirkan Allah Swt dalam dalam kehidupan setiap saat.
Untuk mempelajari ketiga pokok utama ajaran agama Islam ini para ulama membaginya dalam tiga cabang ilmu pengetahuan. Pertama, Iman dipelajari melalui ilmu Tauhid (Teologi) yang menjelaskan tentang pokok-pokok keyakinan (aqidah). Kedua, Islam berupa praktek amal lahiriah disusun dalam ilmu fiqih, yaitu ilmu mengenai perbuatan amal lahiriah manusia sebagai hamba Allah Swt. Ketiga, untuk mempelajari Ihsan sebagai tata cara beribadah adalah bagian dari ilmu Tasawuf melalui thariqah.
Adapun dalam suatu riwayat hadist yang menceritakan Jibril datang kepada Rasulullah saw menanyakan tentang inti dari ajaran agama Islam yang mana di dalamnya terdapat tentang penjelasan Rasulullah saw tentang Iman, Islam, dan Ihsan. Hadistnya adalah sebagai berikut :
َيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ, لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, فأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِسْلاَمِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya : “Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia berkata : “Hai, Muhammad! Beritahukankepadaku tentang Islam.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya. Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.
Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?” Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”
Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!” Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.” Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, ”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”
KESIMPULAN
Iman, Islam, Ihsan merupakan inti ajaran pokok agama Islam. Ketiganya memiliki keterkaitan antara satu dengan yang yang lainnya dan tidak dapat dipisahkan, sebagai umat Muslim tentunya kita harus menjaga ketiganya dengan cara selalau mendekatkan diri kepada Allah dan selalu menambah wawasan keagamaan kita. Agar terhindar dari kemaksiatan dan kemusyrikan yang dapat membuat berkurangnya iman dan batalnya iman kita tersebut.
Mungkin sekian yang dapat saya bahas untuk pembahasan kali ini apabila terdapat kekurangan dan kesalahan mohon maaf sekiranya ada komentar dan masukkan silahkan untuk memperbaiki kekurangan dari penulis agar lebih baik lagi untuk kedepannya..
Wassalam...
Mungkin sekian yang dapat saya bahas untuk pembahasan kali ini apabila terdapat kekurangan dan kesalahan mohon maaf sekiranya ada komentar dan masukkan silahkan untuk memperbaiki kekurangan dari penulis agar lebih baik lagi untuk kedepannya..
Wassalam...
Comments
Post a Comment