Al-qur'an dan Kitab suci terdahulu

Assalamualaikum wr,br.
Hai sahabat muslim yang dirahmati oleh Allah Swt, kali ini dalam tulisan yang saya buat ini saya akan membahas tentang Al-qur'an dan kitab suci terdahulu. Bagamaina kedudukan kitab-kitab terdahulu dalam pandangan Al-quran? baiklah langsung saja di baca ya sahabat muslim, semoga bermanfaat..

A.    PENGERTIAN AL-QUR’AN

Al-qur’an secara etimologi berasal dari bahasa Arab( قرأ-يقرأ-قرقرانا) yang berarti sesuatu yang dibaca. Arti ini menyiratkan anjuran kepada umat Islam untuk membaca Al-qur’an. Juga bentuk mashdar dari القراءة  yang berarti dihimpun dan mengumpulkan.[1]

Dikatakan demikian sebab Al-qur’an menghimpun beberapa huruf,kata,dan kalimat secara tertib sehingga tersusun rapid an benar. Oleh karena itu Al-qur’an harus dibaca dengan benar sesuai makhraj dan sifat-sifat hurufnya,juga dipahami,dihayati,diresapi makna-makna yang terkandung di dalamnya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.[2]

Sedangkan pengertian Al-qur’an secara terminologi, Al-qur’an adalah firman Allah Swt. Yang disampaikan oleh malaikat jibrl dengan redaksi langsung dari Allah Swt kepada nabi Muhammad Saw. Dan yang diterima oleh umat Islam dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan. Sehingga Al-qur’an secara khusus diwahyukan oleh Allah Swt kepada nabi Muhammad Saw dengan bahasa arab yang redaksinya langsung dari Allah Swt.[3]

    Pengertian Al-qur’an menurut ahli ushul fiqh secara istilah adalah:

Al-qur’an adalah kalam Allah yang mengandung mukjizat (sesuatu yang luar biasa yang melemahkan lawan), diturunkan kepada nabi Muhammad Saw melalui malaikat jibril,tertulis pada mushhaf, diriwayatkan kepada kita secara mutawwatir,membacanya bernilai ibadah, dimulai dari surat Al fatihah dan diakhiri dengan surat An-nas.[4]

·         Pengertian Al-qur’an menurut ulama:

Al-qur’an adalah kalam atau firman Allah Swt yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw yang pembacaannya merupakan suatu ibadah.[5] Dalam definisi “kalam” merupakan kelompok jenis yang meliputi segala jenis kalam, dan dengan menghubungkannya kepada Allah (kalamullah) berarti tidak termasuk semua kalam manuisa,jin,dan malaikat.


  Pengertian Al-qur’an menurut Muhammad Ali Ash-Shabuni:

Al-qur’an adalah firman Allah Swt yang tiada tandingannya, diturunkan kepada nabi Muhammad Saw penutupnya para nabi dan rasul. Dengan perantaraan malaikat Jibril a.s ditulis pada mushhaf,kemudian disampaikan kepada kita secara mutawwatir, membaca dan mempelajarinya adalah ibadah, dan Al-qur’an dimulai dari surat Al-fatihah dan ditutup dengan surat An-nas.[6]

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan ada beberapa faktor yang menjadi karakterisitik dari Al-qur’an, antara lain ialah:

1)      Al-qur’an adalah firman Allah atau kalam Allah Swt, bukan perkataan malikat Jibril (dia hanya sebagai penyampai wahyu Allah), bukan sabda nabi Muhammad Saw, beliau hanya penerima wahyu Al-qur’an dari Allah Swt dan bukan perkataan manuisa karena mereka hanya berkewajiban untuk mengamalkannya.

2)      Al-quran hanya diberikan kepada nabi Muhammad Saw. Tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya. Kitab suci yang diberikan kepada para nabi sebelumnya memiliki nama lain yakni, Zabur diberikan kepada nabi daud, Taurat diberikan kepada nabi Musa, Injil diberikan kepada nabi Isa as.

3)      Al-qur’an adalah mukjizat, maka dalam sepanjang sejarah umat manusia sejak awal turunnya sampai sekarang dan mendatang tidak seseorang pun yang mampu menandingi Al-qur’an, baik secara individual maupun secara kolektif, sekalipun mereka ahli sastra bahasa dan sependek-pendek ayat atau surat.

4)      Al-qur’an diriwayatkan secara mutawwatir, artinya Al-qur’an diterima dan diriwayatkan oleh banyak orang seperti para sahabat,tabi’in dan tabi’ tabi’in.

B.      AL-QUR’AN SEBAGAI PENYEMPURNA KITAB-KITAB TERDAHULU

Al-qur’an memang merupakan kitab suci penyempurna kitab-kitab sebelumnya dan juga membenarkan adanya kitab-kitab suci terdahulu, beberapa surah dalam Al-qur’an  menjelaskan hal tersebut dan diantaranya sebagai berikut

 surah Ali-imran ayat 3 dijelaskan: 

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيل َ

Artimya:”Dia menurunkan Al-Kitab (Al-qur’an) kepadamu dengan sebenarnya membenarkan kitab yamg telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.” (Qs. Ali Imran {3}:3 ).

Abu ja’far berkata: Allah Swt berfirman, “Wahai Muhammad! Sesunggunhya Rabbmu, Rabb Musa dan Rabb segala sesuatu, dialah Rabb yang telah menurunkan Al kitab kepadamu.

Maksud dari kata Al kitab adalah Al-qur’an. Kata(بِا لْحَقِّ ) maknanya “Dengan sebenarnya tentang segala hal yang diperdebatkan oleh ahli Injil serta Taurat, dan dalam perkara yang ditentang oleh kaum Nasrani Najran, serta kaum musyrik lainnya kepadamu”.

Lafazh مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya” maksudnya Al-qur’an membenarkan kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi dan rasul sebelumnya, serta sebagai pembenaran terhadap apa yang diturunkan Allah kepada mereka, karena sumbernya adalah satu, maka tidak aka nada pertentangan. Seandainya hal ini turun dari sumber yang berbeda, niscaya akan banyak pertentangan di dalamnya.[7]

Demikian pula yang diungkapkan oleh para ulama tafsir, diantaranya:

Ø  Al Mutsanna menceritakan kepada kepadaku, dia berkata: Abu Hudzhaifah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syibil menceritakan kepada kami dari Abi Najih,dari Mujahid, tentang ayat مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِMembenarkan Kitab yang telah diturunkan sebelumnya,” dia menegaskan,maknanya adalah membenarkan Kitab dan rasul sebelumnya.[8]

Ø  Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: Yazid menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa’id menceritakan kepada kami dari Qatadah, tentang ayat ini  نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيل َ “Dia menurunkan Al kitab (Al-qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan Kitab yang telah diturunkan sebelumnya” dia berkomentar, “Al qur’an membenarkan Kitab-kitab sebelumnya.[9]

ayat ke empat surah Ali Imran bahwa Al-qur’an juga membenarkan adanya kitab terdahulu yang berbunyi:

مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌذُوانْتِقَامٍْ

Artinya : Sebelum (Al-qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan dia menurunkan Al-furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat, dan Allah maha perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).”

Penakwilan Firman Allah Swt:. مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ   وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيل ( yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum {Al-qur’an}, menjadi petunjuk bagi manusia).

Abu ja’far berkata: Maksudnya adalah, Allah telah menurunkan Taurat kepada nabi Musa dan menurunkan Injil kepada Isa. Lafazh مِنْ قَبْلُ maksudnya sebelum kitab yang diturnkan kepadamu.

Lafazh هُدًى لِلنَّاسِ maksudnya penjelasan dari Allah untuk manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan, yakni tentang bertauhid kepada Allah dan membenarkan rasul-rasulNya. Demikian pula tentang dua sifatmu, wahai Muhammad, yakni engkau sebagai nabi dan rasulKu. Demikian pula syariat-syariat agama Allah yang lainnya.

Hal tersebut dijelaskan dalam riwayat-riwayat berikut ini:

Ø  Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: Yazid menceritakan kepada kami, dia berkata: Said menceritakan kepada kami dari Qatadah, tentang ayat وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيل مِنْ قَبْل هُدًى لِلنَّاسِ  yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (Al-qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia,” dia berkata, “ keduanya adalah Kitab yang diturnkan Allah Swt, yang di dalamnya terdapat penjelasan dari Allah Swt dan perlindungan bagi orang yang mengambilnya, membenarkannya, serta mengamalkannya.[10]

Ø  Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Salamah menceritakan kepada kami dari Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Ja’far bin Zubair, tentang ayat وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيل “ yang telah diturnkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,” dia berkata, “ Taurat diturunkan kepada Musa, sementara Injil kepada Isa, sebagaimana Allah Swt menurunkan beberapa Kitab sebelumnya.[11]


Penakwilan firman Allah Swt: وَأَنْزَلَ الْفُرْقَان ( dan dia menurunkan Al-furqan).

Abu ja’far berkata: maksud ayat tersebut adalah, Allah Swt menurunkan pembeda antara kebenaran dengan kebatilan tentang perkara yang diperselisihkan oleh berbagai kelompok dan agama berkaitan denga Isa as serta yang lain.

Kata Al-furqan disini mengikuti pola kata الفعلان, yang artinya pembeda. Ini sama dengan yang diungkapkan dengan para ulama tafsir, hanya saja mereka ada yang memahaminya secara khusus, yakni pembeda antara yang baik dengan yang batil tentang Isa, sementara yang lain menyatakan sebagai pembeda antara yang hak dengan yang batil, berkaitan dengan hukum-hukum syriat.

Riwayat yang menjelaskan makna pembeda antara yang hak dengan yang batil tentang Isa dengan berbagai kelompok, diantaranya:

Ø  Ibnu Humaid menceritakan kepada kami dia berkata; Salamah menceritakan kepada kami dari Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Ja’far bin Zubair, tentang ayat وَأَنْزَلَ الْفُرْقَان “ dan dia menurunkan Al fuqran.” Maksudnya pembeda antara kebenaran dan kebatilan tentang perkara yang diperdebatkan oleh berbagai kelompok berkaitan Isa dan yang lain.[12]

Riwayat- riwayat yang menjelaskan makna pembeda antara kebenaran dengan kebatilan terkait dengan syariat Islam, diantaranya:

Ø  Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: Yazid menceritakan kepada kami, dia berkata:Sa’id menceritakan kepada kami dari Qatadah, tentang ayat وَأَنْزَلَ الْفُرْقَان, dia berkata, “maksudnya adalah Al-qur’an yang diturunkan kepada Muhammad. Dialah pembeda antara yang hak dengan yang batil, karena yang halal dinyatakan sebagai perkara halal dan yang haram dinyatakan sebagai perkara haram. Ditetapkan didalamnya syariatNya, sanksi-sanksi, berbagai kewajiban, penjelasan, perintah untuk menaatiNya, dan larangan untuk bermaksiat kepada-Nya.[13]

Ø  Al Mutsanna meriwayatkan kepadaku, Ishaq meriwayatkan kepada kami, Ibnu Abu Ja’far meriwayatkan kepada kami dari bapaknya, dari Ar-rabi’, tentang ayat وَأَنْزَلَ الْفُرْقَان, dia berkomentar, “Maksud al-furqan disini adalah Al-qur’an, pembeda antara yang hak dengan yang batil”.[14]

Abu ja’far berkata: penafsiran yang kami sebutkan dari Muhammad bin Ja’far bin Jubair tentang ungkapan tersebut lebih kuat daripada penafsiran yang kami sebutkan dari Qatadah dan Rabi’. Jadi, makna al-furqan dalam ayat ini adalah pemutus antara Nabi-Nya (Muhammad Saw) dengan orang-orang yang mendebat-Nya berkaitan dengan Isa dan hal lainnya, dengan hujjah yang kuat yang mematahkan segala alasan mereka, juga orang-orang kafir yang serupa dengan mereka.

Penakwilan firman Allah Swt:إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌذُوانْتِقَامْ (sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah maha perkasa lagi mempunyai balasan {siksa}).

Abu ja’far berkata: Maksud ayat tersebut adalah, orang yang ingkar tentang tanda-tanda yang menunjukkan keesan Allah, serta hamba-Nya, serta orang yang menjadikan Al masih sebagai ilah dan rabb, serta menyatakan bahwa Allah memiliki anak, akan memperoleh siksa yang sangat pedih pada hari kiamat.

Lafazh الَّذِينَ كَفَرُوا maksudnya adalah orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah. Adapun yang dimaksud dengan dengan ayat-ayat Allah adalah tanda-tanda kekuasaan Allah serta hujjah-hujjahNya.

Lafazh وَأَنْزَلَ الْفُرْقَان “Dan dia menurunkan al-furqan” menunjukkan bahwa maksudnya adalah hujjah untuk ahli ha katas ahli batil, karena Allah Swt melanjutkan ayat tersebut dengan firmanNya, إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوsesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah.” Maksudnya, sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al furqan yang diturunkan sebagai pembeda antara kebenaran dengan kebatilan, akan mendapatkan siksa yang sangat pedih. Itulah ancaman dari Allah Swt bagi yang menentang kebenaran setelah hal itu jelas baginya, dan orang yang menyimpan dari jalan petunjuk setelah hujjah tegak kepalanya.

Allah Swt lalu mengabarkan bahwa  dialah Allah Yang Maha Esa perkasa dalam kekuasaanNya, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mencegah manakala dia akan menyiksa siapa saja diantara mereka, dan tidak ada seorangpun yang bisa menentangnya. Dialah Allah yang mempunyai balasan siksa bagi orang yang menentangnya, setelah hujjah menjadi jelas dan tetap baginya.

Apa yang diungkapkan oleh Abu Ja’far diatas sama dengan para ulama tafsir. Riwayat yang menjelaskan hal itu diantaranya :

Ø  Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Salamah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja’far bin Zubair, tentang ayat إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌذُوانْتِقَامْ  “Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat dan Allah maha perkasa lagi lagi mempunyai balasan(siksa),” bahwa makna ayat ini adalah, sesungguhnya Allah Swt membalas orang yang kufur kepada ayat-ayatNya setelah dia mengetahui hal itu, dan setelah dia mengetahui apa-apa yang datang dari-Nya.[15]

Ø  Al mutsanna menceritakan kepadaku, dia berkata: Ishaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Ja’far menceritakan kepada kami dari bapaknya, dari Ar-Rabi’, tentang ayat إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌذُوانْتِقَامْSesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat,dan Allah Maha perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).[16]

Dalam surah Al-Maidah ayat 48 juga dijelaskan sebagai berikut mengenai Al-qur’an adalah kitab penyempurna kitab terdahulu :

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِع أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَْ                                                                            

Artinya:”Dan kami telah turunkan kepadamu Al-qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami memberikan aturan dan jalan terang. Sekiranya Allah menghendaki,niscaya kamu dijadikanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu tergadap pemberianNya kepadamu,maka berlomba lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu deiberitahukanNya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”.

Dalam tafsir Al-Muyassar / kementerian Agama Saudi Arabia menjelaskan ayat diatas sebagai berikut: "Dan Kami turunkan kepadamu wahai Rasul kitab suci Al-Qur`ān dengan kebenaran yang tidak ada keraguan dan kebimbangan sedikit pun bahwa kitab suci ini berasal dari sisi Allah. kitab suci ini membenarkan kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya dan menjadi tolok ukur. Maka bila isinya sesuai dengan Al-Qur`ān adalah benar, dan yang bertentangan dengannya adalah salah. Maka berikanlah keputusan hukum kepada manusia berdasarkan kitab suci yang Allah turunkan kepadamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang diturunkan kepadamu yang tidak mengandung keraguan pun. Kami telah memberikan syariat berupa ketentuan hukum amaliah dan jalan yang terang bagi tiap-tiap umat yang layak untuk diikuti. Seandainya Allah berkehendak menyatukan syariat mereka, niscaya Dia telah menyatukannya. Akan tetapi Allah berkehendak memberikan syariat tertentu kepada tiap-tiap umat. Hal itu karena hendak menguji mereka semua agar terlihat siapa yang taat dan siapa yang tidak. Maka bergegaslah kalian melaksanakan kebajikan dan meninggalkan kemungkaran. Lalu hanya kepada Allah kalian akan kembali di hari Kiamat kelak. Dia akan memberitahukan kepada kalian perihal apa yang dahulu kalian perselisihkan. Dan Dia akan memberikan balasan yang setimpal dengan apa yang telah kalian perbuat. [17]
Penjelasan surat Al-an’am ayat 92 tentang Al-qur’an sebagai pembenaran terhadap kitab-kitab terdahulu:
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ
                                                                                    ْ  يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Artinya: “Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya”.
Menurut Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ (Dan ini (Al-qur’an) adalah kitab yang kami turunkan yang diberkahi). Yang diturunkan kepada Muhammad. Lalu bagaimana kalian mengatakan bahwa Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia. Makna (مُبَارَكٌ) memiliki makna berkah yang banyak.

مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْه ( membenarkan kitab-kitab yang turun sebelumnya) yakni yang sesuai dengan kitab-kitab yang telah diturunkan oleh Allah kepada rasul sebelumnya seperti Taurat dan Injil.

(dan agar kamu memberi peringatan) Yakni Kami menurunkannya untuk keberkahan dan untuk kamu jadikan peringatan.

 Kesimpulan 

Al-qur'an adalah kitab suci yang sempurna diturunkan oleh Allah Swt bagi umat Islam dan kebenaran yang terkandung di dalamnya tak perlu diragukan lagi. Al-qur'an hadir untuk menyempurnakan ajaran-ajaran kitab suci terdahulu dengan tujuan agar agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Meskipun sebagai kitab suci yang sempurna al-qur'an selalu membenarkan keberadaan kitab suci terdahulu yang dijelaskan dalam beberapa surah di dalamnya. 
           
                       


 




 







           




[1] Dr. H. Moch. Tholcah, M.ag, Aneka Pengkajian Studi Al-qur’an, (Jakarta:Lkis Pelangi Aksara,2016), hlm. 93
[2] Ibid.
[3] Ibid, hal.94
[4] Ibid.
[5] Manna’ Al-qathtan,Terjemah Mabahits fi Ulum Al-qur’an, (Jakarta:PT. Pustaka Litera AntarNusa, 2004), hlm.17
[6] Op.cit, hal.94
[7] Abu Ja’far Muhammad bun Jarir  Ath-thabari,Tafsir Ath-Thabari (Jakarta :Pustaka Azzam,2009),hal.15
[8] Ibid.
[9] Ibid.
[10] Ibid,hal.18
[11] Ibid.
[12] Ibid, hal,19.
[13] Ibid.

Comments

Popular posts from this blog

Dahsyatnya Pengaruh Membaca Al-Qur'an

Hubungan Iman, Islam, Dan Ihsan

Asbabun Nuzul Surat Al-Ikhlas